Tidak Hanya Uang, Jubah Dimas Kanjeng Juga Bisa Keluarkan Soto...

Surabaya, Sidang kasus penipuan dan penggelapan Dimas Kanjeng Taat Pribadi kembali dilanjutkan dengan agenda pembuktian di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (5/9).

Dalam sidang inilah Dimas Kanjeng mendatangkan seorang saksi meringankan, yakni Yuda Sandi yang pada saat itu sebagai Sub Koordinator Padepokan Dimas Kanjeng dihadirkan oleh terdakwa di persidangan.

Yuda yang juga seorang dosen ini mengatakan, bahwa dirinya telah mengatahui perkara tersebut atas laporan saksi Muhammad Ali yang ditujukan kepada terdakwa terkait penipuan dan penggelapan sebesar Rp 35 miliar yang digunakan sebagai dana talangan Padepokan Dimas Kanjeng.

Yuda pria asal Palm Beach Blok F Surabaya ini menyakini jika terdakwa Dimas Kanjeng tidak bisa menggandakan uang.

"Kemampuan Guru saya,  bisa menggandakan uang 100% itu tidak benar. Beliau hanya bisa mengadakan yang tidak ada menjadi ada, kun fayakun, saya yakini itu," ujar saksi Yuda.

Ia menambahkan, dari Kun Fayakun... Dimas Kanjeng, tak hanya uang asli yang bisa dikeluarkan. Beberapa makananpun seperti buah dan makanan siap saji bisa dikeluarkan.

"Tak hanya uang yang dikeluarin, namun makanan seperti soto, anggur, apel, guru saya pernah mengeluarkanya seketika melalui kedua tanganya," ujar Yuda diiringi tawa oleh pengunjung persidangan.

Atas keterangan saksi ini justru membuat majelis hakim penasaran, dan mempertanyatakan apakah makanan soto dan rawon itu bisa dikeluarkan seketika dengan sajian di mangkok.

"Tidak pak hakim, dibungkus dengan plastik," ujar saksi yang lagi-lagi disambut tertawa pengunjung.

Terkait barang bukti uang asli pecahan dollar yang sudah habis masa berlakunya,  sesuai keterangan Bank Indonesia (BI) dan pecahan uang dollar atas bawah 100 dollar dalamnya 1 dollar, Ia mengaku tidak mengetahuinya.

"Saya tak tahu itu," ucapnya.

Sebelum saksi meringankan membacakan keterangannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rachmad Hari Basuki didampingi Novan Andriyanto membacakan keterangan dari empat orang saksi dibawah sumpah dalam sidang perkara penipuan dan penggelapan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Empat saksi itu yakni, Vijay Jakarta Timur, Marno Sumarno Alias Abah Kholil, Atjeb Alias Abah Kalijogo dan Ratim Alias Abah Rohman. Empat saksi ini sudah dipanggil oleh JPU akan tetapi tidak hadir pada persidangan pada Rabu (5/9).

Dalam keterangan saksi Vijay, pada tahun 2016, saksi Vijay bertugas untuk menyakinkan anggota seminar untuk kepentingan Padepokan. Vijay telah menerima uang dari Dimas Kanjeng melalui rekening Bank BRI dengan total keseluruhan 1,79 miliar. Dan uang tersebut digunakan untuk membuka rekening Bank ICBC kepada 50 santrinya.

"Dari 50 santri itu diantaranya adalah Ir Suparman, Suryono dan Budianto yang mengetahuinya adalah saudara Taat Pribadi, dimana saksi Vijay menerima uang dari Taat Pribadi untuk membuka rekening ICBC para santri tersebut" ujarnya jaksa Novan Andrianto

Novan menambahkan, bahwa uang tersebut sebagian digunakan untuk kegiatan seminar pada November 2014 yang bertempat di Hotel Grand Toufiq, serta untuk membayar Abah-abah dan 10 orang SPG ICBC Bank sesuai perintah Kanjeng Dimas.

"Membayar sekitar 10 orang SPG yang seakan-akan menyerupai pegawai ICBC Bank di daerah Pekan Raya, Jakarta, masing-masing Rp. 3 juta. Sedangkan masing-masing Rp. 5 juta untuk membayar tujuh Abah-Abah sebagai Maha Guru," tambahnya

Menaggapi keterangan beberapa saksi, terdakwa mengaku jika keterangan saksi-saksi yang dibacakan oleh JPU di bawah sumpah itu tidak benar. Ia berdalih bahwa saksi Vijay yang telah mengatur semuanya atas kegiatan seminar tersebut.

"Saya keberatan, semuanya itu bukanlah saya, semua yang mengatur itu Vijay teman saya," ujar terdakwa saat menanggapi keterangan saksi-saksi di hadapan majlis hakim yang dipimpin oleh Anne Rosiana SH MH. Pri


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tidak Hanya Uang, Jubah Dimas Kanjeng Juga Bisa Keluarkan Soto..."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel