Dibekuk Aparat, Persekongkolan Jahat Camat Dengan Kades Lakukan Pemalsuan Surat Tanah


Bekasi, Pak Camat Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, berinisial HS dan  Kades Segara Makmur berinisial HA. Beserta sejumlah staf perangkat desa lainnya hanya mampu tertunduk malu mengenakan kemeja berwarna oranye khas tahanan Polda Metro Jaya, Rabu (5/9).

Mereka ditangkap aparat Subdirektorat Harta dan Benda Ditreskrimum Polda Metro Jaya karena terbukti telah melakukan persekongkolan untuk menerbitkan akta tanah palsu.

Dalam menjalankan aksinya itu mereka merekrut sejumlah orang untuk berpura-pura menjadi pihak pembeli tanah fiktif.

Sebanyak 11 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary menjelaskan bahwa kasus ini pertama kali terungkap dari laporan seorang warga bernama Lilis Suryani.

Lilis memiliki sebidang tanah dengan luas 7.700 meter persegi dengan nilai harga saat ini sebesar Rp 23 miliar.

Lilis tercatat sebagai pemilik tanah itu sejak tahun 1980-an. Tetapi pada tahun 2014, tiba-tiba ada sekelompok orang yang mengklaim memiliki hak atas tanah itu.

Sekelompok orang inilah yang mengaku dan mampu menunjukkan warkah tanah yang lengkap.

Ade mengatakan, selain surat tanah, sekelompok orang ini juga mempunyai girik. Girik adalah bukti kepemilikan tanah yang disertai keterangan bahwa tanah tersebut tidak dalam kondisi sengketa, dan surat kematian palsu sehingga warkah dinyatakan lengkap.

"Ada surat keterangan tidak sengketa, yang dibuat ditandatangani lengkap oleh kepala dusun hingga camat, kemudian keterangan waris palsu."

"Jadi warkah ini artinya lengkap. Maka seolah-olah telah terjadi jual-beli. Dan akta jual-beli merupakan salah satu alasan kepemilikan tanah," papar Ade, Kamis.

Tak hanya itu saja menurut Ade, dokumen-dokumen palsu tersebut tercatat secara resmi pada kantor kecamatan.

Merasa dirugikan dalam hal ini, pemilik tanah yang asli kemudian melaporkan kasus tersebut kepada polisi.

Ade mengungkapkan,  setelah melakukan penyelidikan, ternyata surat-surat kepemilikan tanah Lilis yang ditunjukkan sekelompok orang tersebut adalah palsu.

Kasubdit Harta dan Benda  Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Nuredy Irwansyah Putra mengatakan, ternyata para perangkat kecamatan ini memalsukan surat-surat dan menandatangani surat-surat palsu tersebut agar seolah-olah legal.

Setelah diselidiki ternyata para tersangka telah menerbitkan sebanyak 163 akta tanah yang diduga palsu.

"Saat ini kami masih menyelidiki 163 akta tanah itu. Kami akan mencari kemungkinan masih adanya korban lain. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka juga akan bertambah dalam kasus ini," tutur Nuredy. GusR-Tribunnews


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Dibekuk Aparat, Persekongkolan Jahat Camat Dengan Kades Lakukan Pemalsuan Surat Tanah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel