Tuyul Si Pencuri Uang Buat Tuannya Yang Pingin Kaya. Ditulis Berdasarkan Pengalaman Pribadi Eyang Prihanto


Dimanakah tuyul itu berada. Sesungguhnya dimana mana tuyul itu ada dan liar. Menurut pemahaman saya, tuyul itu beda dengan gendruwo atau sebangsa jin lainya. Tuyul itu adalah roh bayi dalam kandungan, karena satu dan lain hal tidak terlahirkan secara wajar dan tidak diruwat. Sehingga tuyul itu sampai kapanpun bentuknya tetap kecil. Berdasarkan apa yg saya tahu tuyul itu berada di goa-goa yang sepi dan gelap dan tidak dijamah manusia. Contohnya di goa Sorowiti Gresik, dan goa disekitar Tanjung kodok Lamongan. Pendek kata banyak goa-goa sepi didaerah lain yang jadi sarang tuyul. Tuyul itu sendiri ketika saya pernah komunikasi denganya tidak pernah merasa punya bapak dan ibu. Dan tuyul itu juga tidak merasa bahwa dirinya itu sebagak tuyul, karena pada dasarnya yang menamakan tuyul itu sesungguhnya adalah manusia itu sendiri. Pada umumnya bila ada orang hidup kalo disuruh memilih menjadi orang kaya atau menjadi orang miskin, maka jawabannya pasti milih menjadi orang kaya. Dalam situasi dan kondisi yang demikian bisa mewarnai hitam dan putihnya kehidupan manusia sekarang. Dengan fenomena kehidupan yang demikian itulah bila seseorang salah dalam memilih jalan, maka akibat fatalpun akan dialami. Dengan demikian sebagian orang yang karena tak berdaya dan merasa merana keadaan ekonominya, maka tidak sedikit orang akhirnya memilih jalan pintas, sebagai solusinya antara adalah memelihara tuyul. Mengapa orang memelihara tuyul. Ada 3 hal yang harus keketahui. Berdasarkan pengalaman profesi saya sebagai orang tua yang sering dimintai tolong orang yang mempunyai masalah yang susah ekonominya, kebanyakan menginginkan minta dicarikan tuyul untuk dipelihara. Tiga hal yang mendorong orang memelihara tuyul adalah sebagai berikut: 1. Persoalan ekonomi, dalam hal ini yang menjadi alasan adalah tidak punya pekerjaan. Hutangnya banyak hingga dikejar kejar oleh penagih, atau usahanya hanya kecil tapi ingin cepat kaya. 2. Persoalan iman. Kita semua tahu bahwa sekarang ini tidak ada orang yang tidak bertuhan, bahkan yang datang minta tolong saya itu mereka semua ngerti mana yang halal dan yang haram menurut agama. Merekapun khusuk ibadah, sopan dan baik kepada orang. Tapi tragisnya apa yang diinginkanya itu sadar betul dia dengan segala akibatnya. Apa yang saya tulis ini bukanlah rekayasa tetapi fakta, karena secara jujur saya sering dimintai tolong orang untuk niat yang sama. Hanya saja tidak ada yang saya turuti keinginannya, alias saya suruh ke orang pinter lain. 3. Persoalan nyali. Meskipun sebagian besar orang mencari tuyul itu niatnya sudah bulat, belum tentu jadi. Sebab kalau orang itu nyalinya kecil maka niat itu gagal karena takut ketika dimediasikan. Dari 23 orang yg pernah minta dicarikan tuyul itu datang dari berbagai kota, maka jujur saja hanya satu orang dari Sidoarjo yang saya turuti keinginanya. Saat itu karena dia datang dengan menangis tersedu, karena hutangnya banyak dan dikejar kejar penagih, bahkan jiwanya akan tidak aman. Sebagai orang tua saya tidak tega menolaknya. Akhirnya saya turuti dengan syarat bahwa dia harus menanggung sendiri dosa dan akibatnya. Saat itu bulan Agustus 2017 orang itu harus puasa dulu sehari semalam, lalu mandi kembang tengah malam. Dan malam itu pula saya bawa kesarang tuyul. Hanya dengan bekal sebotol susu murni, dupa wangi, kembang 7 rupa serta lembaran uang buat mengenalkan si tuyul. Dengan berbagai proses mediasi yang barangkali tidak perlu di utarakan disini, orang itu akhirnya keturutan niatnya. Saat itu pula dia saya larang agar tidak menemui saya lagi. Sekarang orang itu semakin mewah hidupnya, tetapi kluarganya sering kena musibah. Eyang Prihanto, Lamongan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tuyul Si Pencuri Uang Buat Tuannya Yang Pingin Kaya. Ditulis Berdasarkan Pengalaman Pribadi Eyang Prihanto"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel