Beras Impor ! Bencana Bagi Petani Grobogan


Grobogan-Cakrawalaonline, Saat ini petani bisa menikmati jaman keemasan, karena saat panen harga gabah pada posisi naik, yakni dengan harga RP. 5 600 perkilogram. Namun sayang bulan madu petani tersebut terancam sirna ketika pemerintah akan melakukan impor beras. Tentu saja impor beras akan menjadi bencana bagi mereka, kebahagiaan petani berubah menjadi keresahan. Karena harga beras akan anjlok ! 

Bencana tersebut muncul saat Kementerian Perdagangan akan mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton, dengan dalih untuk menjaga stok dan harga beras yang saat ini melonjak di pasaran. Rencananya, akan sampai di Indonesia akhir Januari 2018 ini. 

Seperti yang dikeluhkan oleh Parmin (40) seorang petani warga desa Ngeluk kecamatan Penawangan kepada Cakrawala saat panen di sawah. "Waduh tentu akan berakibat fatal bagi petani, jika pemerintah benar-benar jadi impor beras. Karena beras impor bisa merusak harga gabah di tingkat petani", teriaknya sambil menata karung yang berisi gabah. 

Menanggapi hal ini Dr. Sunanto SST MP kabid Tanaman pangan dinas Pertanian kabupaten Grobogan saat dikonfirmasi Cakrawala beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa petani Grobogan saat ini sudah mengalami peningkatan taraf hidupnya. "Di kabupaten Grobogan lahan sawah untuk padi seluas 82700 Ha, maka jika harga beras bisa stabil tinggi akan berpengaruh juga kepada sektor yang lain. Karena perekonomian di Grobogan sangat dipengaruhi oleh pertanian." tutur pejabat kalem ini. Ng

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Beras Impor ! Bencana Bagi Petani Grobogan "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel